Menghormati Orang yang Lebih Tua

Standar

Seringkali kita menjumpai bahwa anak-anak sekarang banyak tidak menghormati orang yang lebih tua, terkadang antara anak dan orang tua saling menyalahkan.  orang tua ingin menang sendiri sedangkan anak tidak ingin disalahkan.  

Disini konseling pelangi ingin berbagi bagaimana antara orang tua dan anak saling menghargai.

Berikut cara-cara yang dapat dilakukan, baca, hayati dan lakukan….

1. Perlakukan dan hormati anak seperti anda menghormati orang dewasa

Tidak jarang ada orang tua yang luput dari menghormati anak-anaknya namun mereka malah mengharuskan anak-anaknya menghormati orang yang lebih tua. Ingat, anak juga manusia yang mempunyai perasaan dan dapat mencontoh apa yang sering ia lihat dan rasakan. Biasakanlah untuk menghormati anak agar ia tidak luput dari rasa menghormati siapapun menjadi anak yang berbudi pekerti baik.

 2. Hormati hak-hak anak

Anak berhak mendapatkan uang jajan maka berikanlah, berikan juga kebebasan untuk berbicara dan berekspresi, tentu kebebasannya jangan sampai keluar dari koridor yang diharapkan. Dengan cara seperti ini anak akan terbiasa untuk menghargai dan menghormati kebebasan milik orang lain.

3. Jadilah orang tua yang menghormati orang lain
Anak adalah peniru ulung atau Great Imitator, pada umumnya anak akan meniru kebiasaan yang dilakukan oleh orang tuanya, bila Anda menghormati orang lain tentu anak pun akan belajar dan meniru dari kebiasaan Anda.
Oleh karenanya mulailah berikan contoh yang baik dan perlakukan anak-anak sebagaimana Anda ingin diperlakukan. Selamat mendidik anak, semoga anak Anda menjadi anak sesuai yang dicita-citakan.

4. Bersikaplah terus terang kepada anak

Katakan pada anak Anda sesuatu yang semestinya mereka ketahui, beri ia penjelasan mengenai sesuatu. Jika anak menanyakan satu hal dan Anda tidak mengetahui jawabannya, ada baiknya Anda mengatakan hal yang sebenarnya dan mengajak anak mencari tahu jawabannya bersama-sama. Sikap ini akan lebih dihargai anak ketimbang Anda pura-pura tahu.

5. Jadilah orangtua yang konsisten baik dalam bersikap maupun dalam berkata-kata. 

Apabila orangtua menetapkan aturan A kepada anak maka sedapat mungkin orangtua harus tetap konsisten dengan peraturan tersebut, yaitu A. Misalnya, ketika orangtua menekankan kepada anak supaya tidak pernah mengambil barang milik oran lain sebelum ada izin dari yang punyanya, maka janganlah sekali-kali mereka membiarkan atau bahkan menyuruh anak memakan makanan di toko yang belum dibayar.

6. Janganlah berdusta kepada anak atau memperdayainya.

Sebab, tindakan orangtua seperti itu dapat mendorong anak untuk tidak menghargai orangtua beserta aturannya.

7. Berani meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan terhadap anak.

Jangan takut meminta maaf atas kesalahan yang Anda lakukan, karena dengan demikian anak akan menghargai sikap Anda serta mencontoh perilaku ini jika ia melakukan kesalahan.

8. Jangan takut mengungkapkan kasih sayang.

Anak yang tumbuh dengan ekspresi kasih sayang orangtua akan memiliki sikap yang ekspresif dalam mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya. Gagasannya akan sesuatu, kritis dengan lingkungan sekitar, dan sikapnya dalam menghormati sesama.

” Hargailah setiap waktu yang kalian punya, jangan pernah menyia-nyiakan kasih dan kepercayaan mereka. Lakukanlah yang terbaik untuk diri Anda, mulai dari sekarang juga.  Buktikanlah kasih sayang Anda lewat tindakan, tidak hanya kata-kata “

http://filsafat.kompasiana.com/2010/09/26/kasih-orang-tua/

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s